Semua orang pasti mati, karena ujung dunia ini adalah kebinasaan, adakah dari kita yang merasa aman dari semua itu?kematian, ajal, kiamat, kebinasaan. Semuanya tidak kekal termasuk dunia yang indah ini. Lalu setelah semua itu binasa dan kita semua mati, apa yanga terjadi? Hanya agama dan keimanan yang bisa menjawab semua itu.
Sayangnya banyak hal dalam agama tidak masuk akal kecuali jika kita melihatnya dengan keimanan. Kematian, kiamat, akhirat, surga dan neraka adalah sesuatu yang belum terjadi, tidak bisa dilihat atau dirasakan, hanya keimanan yang membuat kita mempercayainya. Seandainya kematian itu ditampakkan, kiamat dijadwalkan kapan terjadinya, atau surga dan neraka itu diperlihatkan keadaanya niscaya tidak ada situs-situs/forum-forum porno, penipuan, wanita-wanita jalang atau pria-pria cabul. Dan yang lain-lainnya.
Kebiasaan orang sekarang pinginnya memilah-milah antara kehidupan dunia dengan yang namanya agama. Terkadang malah pura-pura tidak tahu, pengen cari amannya saja, biar gak di stop sana stop sini oleh hukum-hukum agama. Bebas tanpa terikat aturan agama yang sebagian dari kita menganggapnya terlalu konservatif, kuno dan kolot. Agama ibarat seorang teman yang kudisan, bau lagi penyakitan, yang kalau ada orang bertanya “…apakah dia temanmu?” kita akan menjawabnya sambil malu-malu “…i..iya” atau bahkan mungkin “..t..tidak”.
Padahal agama boleh dibilang wadahnya kehidupan, sehingga dialah yang melingkupi semuanya dan bukan yang sebaliknya. Ujung-ujungnya semuapun kena, tak terkecuali dengan bisnis internet. Apakah ada halal dan haram dalam bisnis internet?ya, dan itu pasti. Karena di bisnis internet juga ada penipuan, perampokan, seks komersil, hal-hal yang tidak bermanfaat, penghambur-hamburan waktu dan uang, perusakan akhlak dan moral, dan lain sebagainya. Bukankah kita mengambil keuntungan daripadanya?lalu kita gunakan keuntungan itu dalam kehidupan kita?. Dengan demikian hukum halal dan haram di dunia nyata “seharusnya” juga berlaku di dunia maya.
Yang haram-haram tidak hanya sebatas mencuri sandal, sepeda motor, mabuk-mabukan dan yang selainnya yang secara umum orang mengenalnya sebagai sesuatu yang haram, tapi, salah satunya, menggunakan hal-hal yang berbau porno untuk mengambil keuntungan dari padanya itu juga termasuk sesuatu yang diharamkan. Jangan dibilang seorang yang berpakaian minim, berpornoaksi ria, itu tidak melakukan kejahatan. Lalu dengan santainya dia bilang “…itu-kan tergantung yang melihatnya” terus ada juga yang bilang “…pornografi dan pornoaksi itu Cuma masalah otak”. Ha..ha..ha.., kasihan orang ini, ia pasti (maaf) impotent, tidak punya nafsu.
Kok jadi mbleber kemana-mana, tapi yang jelas, dunia maya sama dengan dunia nyata, tetap ada halal dan haram disana terutama berkaitan dengan bisnis internet karena sebagaian kita juga hidup dari hal ini. Apa yang dihasilkan darinya, yang kita makan, akan berpengaruh bagi diri kita, kehidupan kita. Sementara bicara soal halal dan haram berarti bicara soal agama. Agama adalah jalan hidup, dimana jalan selalu ada batas-batasnya. Batas-batas itulah halal dan haram. Semakin kita mengenal agama, maka semakin jelas batas-batas jalan hidup kita, halal dan haram itu yang mana. Dan semakin batas-batas itu terlihat, kehidupan kitapun akan terbatas, tidak asal sembarangan nyari keuntungan dari bisnis internet. Lalu siapkah kita?